Obat terbaru untuk mengatasi masalah ini segera
masuk ke Indonesia. Momok bagi kaum pria itu bernama ejakulasi dini
alias premature ejaculation.
Masalah yang membuat kaum Adam merasa rendah diri, sekaligus membuat
istrinya uring-uringan, ini tak habis-habisnya menjadi topik bahasan di
berbagai forum ilmiah.
Paling anyar, masalah ini dibahas dalam Asia-Pacific Society for
Sexual Medicine (APSSM) di Taiwan, 16-20 November. Profesor Dr Arif
Adimoelja, androlog senior dari Centre for the Study for Reproduction,
Sexual, and Aging Health Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah,
Surabaya, hadir dalam hajatan ini.
Bahkan kemarin ia memimpin sesi debat mengenai ejakulasi dan ereksi.
“Menurut catatan kita, keluhan ejakulasi dini memang cenderung
meningkat. Sebab, mereka yang mengalami masalah ini makin terbuka dan
berani berkonsultasi ke dokter yang kompeten,” kata Arif kepada Tempo.
Data resmi ihwal ejakulasi dini di Tanah Air memang belum ada.
International Society for the Study of Sexual Medicine menyebutkan
ejakulasi dini terjadi pada semua umur dengan angka kejadian sekitar
4-30 persen.
Dalam kesempatan berbeda, Profesor J. Alex Pangkahila dari Departemen
Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali,
menyatakan ejakulasi dini dialami 25-40 persen pria di Amerika Serikat.
Di beberapa negara, termasuk Indonesia, angkanya diperkirakan lebih
dari 40 persen. Bahkan, menurut catatan di kliniknya, sekitar 90 persen
pria mengalami ejakulasi dini pada tahun pertama pernikahan. “Banyak
masalah muncul akibat ejakulasi dini, misalnya ketidakharmonisan rumah
tangga, frustrasi, atau perceraian,” katanya dalam National Symposium
and Workshop on Sexology 2011, di Jakarta, akhir bulan lalu.
Hal seperti itu pula yang dialami para pasien yang menemui seksolog
Naek L. Tobing, pengelola Center for Sex and Marital Studies, Jakarta.
Ejakulasi itu datang begitu cepat, bahkan saat penis baru menyentuh
vagina, atau baru 1-2 kali dorong. Dan angka kejadiannya cenderung
meningkat. Buntutnya, kata Naek dalam berbagai kesempatan kepada Tempo,
“Banyak istri mengaku menyesal dengan pernikahannya.”
Ada banyak penyebab terjadinya ejakulasi dini. Namun, dari pengalaman
para pasien yang dikumpulkan Arif, sebanyak 36 persen penderita
dilatarbelakangi kecemasan. Untuk menangani masalah ini, sejumlah cara
biasa diberikan para dokter. Misalnya, memberikan terapi seks untuk
mengatasi frustrasi yang muncul, atau melatih mengalihkan pikiran
sewaktu melakukan senggama.
Bisa juga dokter memberikan obat anestetik lokal (topikal) mulai obat
oles hingga semprot. Atau, memberikan psikotropik golongan selective
serotonin re-uptake inhibitor.
Yang paling anyar, obat khusus untuk menangani ejakulasi dini adalah
dapoxetin. Dr Hartmut Prost, dari Institute of Andrology-Urology,
Hamburg, Jerman, menyebut obat ini cakrawala baru bagi pengobatan
ejakulasi dini. Obat ini ditelan 1-3 jam sebelum suami “bertempur” di
ranjang, dan terbukti efektif menunda ejakulasi.
Di sejumlah negara Asia, seperti Singapura dan Korea, obat ini sudah
beredar. Sedangkan di Indonesia, kata Arif, “Saat ini belum masuk,
mungkin baru tahun depan.”
DWI WIYANA
SUMBER : www.tempo.co/read/news/2011/11/21/205367555/Hampir-Separuh--Pria-Alami-Ejakulasi--Dini
Kami Jual MACA Asli untuk mengatasi ejakulasi dini yang sangat mengganggu keharmonisan rumah tangga anda.