Agar tetap hidup sehat, secara normal kita menghirup udara, oksigen
namanya. Oksigen digunakan oleh sel tubuh kita untuk memproduksi energi
yang diperlukan untuk aktivitas keseharian. Namun demikian, ketika
proses produksi energi terjadi, menghasilkan produk samping yang
bersifat radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita. Radikal bebas
yang dihasilkan dari proses “pembakaran” untuk menghasilkan energi ini
yang dikenal sebagai “superoxide”. Telah banyak penelitian yang
mengemukakan betapa radikal bebas berperan utama terhadap kejadian “sel
rusak” dan bersifat toksik.
Secara alami, tubuh kita punya “garda pengaman” yaitu penghancur super oxide dismutase (dibaca SOD = Super Oxide Dismutase) untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Namun… lagi-lagi… seiring dengan menurunnya metabolisme tubuh, kemampuan dasar genetik untuk memproduksinya semakin menurun karena faktor usia, paparan toksin dan pencemaran lingkungan, garda pengaman ini tak lagi cukup untuk menangkis jumlah radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh. Tambahan lagi, radikal bebas ini tak hanya terbentuk dari proses metabolisme normal dalam tubuh namun juga dari faktor eksternal. Tak sadar namun sering terpapar, asap rokok, polusi pembakaran sampah, radiai alat elektronik, pemanasan global, ini yang terjadi pada hidup kita saat ini. Lalu, apakah kita akan berdiam diri menanti kerusakan sel atau bahkan sel mengalami kematian (apoptosis) hingga akhirnya timbul penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, penuaan dini, atau bahkan kanker?
Secara alami, tubuh kita punya “garda pengaman” yaitu penghancur super oxide dismutase (dibaca SOD = Super Oxide Dismutase) untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Namun… lagi-lagi… seiring dengan menurunnya metabolisme tubuh, kemampuan dasar genetik untuk memproduksinya semakin menurun karena faktor usia, paparan toksin dan pencemaran lingkungan, garda pengaman ini tak lagi cukup untuk menangkis jumlah radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh. Tambahan lagi, radikal bebas ini tak hanya terbentuk dari proses metabolisme normal dalam tubuh namun juga dari faktor eksternal. Tak sadar namun sering terpapar, asap rokok, polusi pembakaran sampah, radiai alat elektronik, pemanasan global, ini yang terjadi pada hidup kita saat ini. Lalu, apakah kita akan berdiam diri menanti kerusakan sel atau bahkan sel mengalami kematian (apoptosis) hingga akhirnya timbul penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, penuaan dini, atau bahkan kanker?
APA SEBENARNYA RADIKAL BEBAS ?
Radikal bebas dasarnya adalah suatu
gugus molekul yang punya satu atau lebih elektron yang “tak punya
pasangan” yang secara kimiawi bersifat reaktif dan menyebabkan perubahan
kimiawi serta merusak sel hidup seperti protein, lemak, karbohidrat,
dan inti sel. Pada inti sel, radikal bebas akan memunculkan perubahan
struktur pada DNA dan RNA yang akan mengkibatkan mutasi gen. Efek
mutagenik ini dapat memicu tumbuhnya sel kanker.
RADIKAL BEBAS ERAT DENGAN MUNCULNYA BERBAGAI MACAM PENYAKIT
Mulai dari iskemia ( kurangnya pasokan
darah yang disebabkan karena kurang oksigen (hipoksia) pada beberapa
organ seperti jantung, otak dan sistem syaraf yang mengakibatkan
kerusakan dan kematian sel pada organ tersebut, peradangan (inflamasi),
kanker, penyakit degeneratif (penurunan fungsi organ), penuaan dini,
hingga katarak pada usia lanjut yang terjadi karena proses peroksidasi
lemak (lipid) akibat terbentuknya superoxide. Secara mudah contohnya,
pada serangan jantung koroner salah satunya yang diawali dari
meningkatnya kolesterol jahat, LDL (Low Density Lipoprotein).Tumpukan
kolesterol jahat LDL pada dinding pembuluh darah koroner atau otak,
ditambah dengan tumpukan sel pembeku darah, sel busa, kuman, juga
memerlukan bantuan radikal bebas untuk berhasil membentuk karat lemak
atherosclerosis. Karat lemak ini yang bakal menyumbat pipa pembuluh
darah jantung, otak, ginjal, mata, atau organ tubuh lainnya. Inilah awal
malapetaka serangan jantung yang tak hanya lagi mengancam jiwa orang
usia lanjut namun usia muda dan produktif.
RADIKAL BEBAS HARUS DIBERANTAS, NETRALKAN DENGAN SOD
Molekul yang dapat bereaksi dengan
radikal bebas dan bersifat menetralkan dikenal dengan scavenger.
Penetral ini secara alami terdapat dalam tubuh kita (endogen) berupa
enzim antioksidan primer katalase, peroksidase dan superoxide dismutase
(SOD). Secara fisiologis, SOD menetralkan pembentukan dan efek radikal
bebas yang terbentuk selama proses metabolisme normal. Namun, pada
kondisi kesehatan yang merunun (patologik), enzim ini menurun
aktivitasnya sehingga akan menyebabkan kondisi penyakit menjadi lebih
parah dan jauh dari kesembuhan. Inilah yang mendasari mengapa kita butuh
asupan SOD dari luar.
SUN HOPE NATURE`S SOD, PERSEMBAHAN ALAM UNTUK MENANGKAL RADIKAL BEBAS
Nature’s SOD merupakan sumber
antioksidan utama dalam tubuh (endogen) yang bekerja pertama kali
memberantas radikal bebas sebelum antioksidan sekunder. Mengandung enzim
antioksidan lebih dari 1 juta unit Berkualitas dan terdepan dengan
keistimewaannya yaitu SOD terbuat dari 100% tunas gandum alami yang
ditanam secara organik (tidak terpolusi dan tidak menggunakan bahan
kimia). Konsumsi Nature’s SOD secara teratur 2 kaplet per hari untuk
membantu memperlambat proses penuaan dini (anti aging), mencegah kanker
dan penyakit degeneratif, memelihara kesehatan dan kecantikan kulit,
mengurangi inflamasi pada sendi (arthritis dan gout), mengurangi
oksidasi yang dapat menyebabkan menurunnya fungsi otak dan jantung dan
sangat dianjurkan untuk perokok,ketergantungan obat dan narkoba. Jadi
jangan tunggu lagi, segera konsumsi SOD, untuk sel sehat dan tubuh sehat
Kami Jual MACA Asli untuk solusi hidup sehat awet muda penuh gairah.