Ejakulasi Dini (ED) merupakan salah satu kasus gunung es dalam dunia
medis, mengingat masih banyaknya pria yang enggan berkonsultasi ke
dokter. Namun, ada beberapa tips awal mengatasi ED, sebelum memeriksakan
diri lebih lanjut. Apa saja?
Berdasarkan American Psychiatric Associations Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV (DSM-IV),
ejakulasi dini diartikan sebagai ejakulasi berulang atau menetap dengan
stimulasi seksual yang minimal. Baik sebelum atau sesaat setelah
penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan.
Sebuah penelitian
menyebutkan, faktor psikologis seperti kecemasan berlebih, depresi,
stres, dan rasa bersalah dapat menyebabkan ejakulasi dini. Pada beberapa
kasus, gangguan kesehatan seperti gangguan keseimbangan hormonal,
penyakit diabetes melitus, gangguan saraf dan pembuluh darah merupakan
penyebab dasar dari ejakulasi dini.
Dr. Tri Rejeki Herdiana yang
juga seksolog, mengatakan, sebagian besar kasus ED memang tidak
diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, bila ED dipicu gangguan
organik atau keseimbangan hormon, ada beberapa tips yang dapat dicoba
sebelum berkonsultasi lebih lanjut.
1. Cobalah lebih santai
ketika berhubungan intim. Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan
harus segera selesai ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam
dan lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu
2. Carilah posisi yang nyaman. Posisi woman on top akan lebih nyaman untuk pria
3. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
4. Berlatihlah senam kegel untuk mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini
5. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:
* Terapi seksual
Terapi
seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini
dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak
terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan
seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum
hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
* Terapi obat
Obat-obatan
antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada
keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan
terlebih dahulu dengan dokter
* Psikoterapi
Seperti
psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan
untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan
seksual
ED terjadi pada 30% pria atau dalam kata lain 1 dari 3
pria mengalami ejakulasi dini. Jumlah tersebut belum termasuk mereka
yang tidak melaporkan gangguan ini ke dokter karena alasan malu atau
tidak percaya diri. Ini berarti, masih banyak pria dengan ED yang tidak
terdeteksi.
Selain faktor psikologis, ED ternyata juga bisa
disebabkan faktor genetik. Hal ini menyusul ditemukannya gen bernama
5-HTTLPR. Gen ini bertanggung jawab atas jumlah dan aktivitas serotonin,
yaitu hormon dalam sel-sel otak yang mengontrol terjadinya ejakulasi.
Pria yang jumlah serotoninnya sedikit atau kurang aktif merangsang
otak, akan mengalami ED.
Dalam Journal Science, Molly Crockett,
psikolog dari Universitas Cambridge menuturkan, serotonin yang juga
dikenal sebagai neurotransmitter (penghantar signal saraf) menjadi
target obat-obatan antidepresan, yang diyakini dapat meningkatkan
agresifitas seseorang bila kadarnya dalam otak terbatas atau berkurang.
Ini
berarti, kesehatan otak merupakan hal yang sangat penting dalam kasus
ED. Otak yang tidak sehat dapat mengganggu sel hormon, sehingga
mengurangi libido dan nafsu seksual seseorang.
Namun, kebutuhan komunikasi bagi pasangan suami-istri pun mutlak diperlukan.
Dalam
hal ini komunikasi yang mencakup kepuasan dalam berhubungan seksual,
meskipun hal-hal di luar hubungan intim pun juga jangan sampai
terabaikan. Pasalnya, komunikasi merupakan jembatan penghubung pasutri
yang efektif dan obat yang mujarab bagi pria dengan ejakulasi dini.
SUMBER : gayahidup.inilah.com/read/detail/158862/cara-cerdas-atasi-ejakulasi-dini#.Ujw-TlOSzIU
Kami Jual MACA asli untuk mengatasi ejakulasi dini dengan harga terjangkau.
Diposting oleh
Henri K.
on
Jumat, 20 September 2013